Pelindo I Medan Beli dua Container Crane Seharga Rp 128 M

11 Feb

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I kembali mendatangkan alat baru, dua unit container crane (CC) kapasitas 40 ton buatan Shanghai Zhenhua Heavy Industries Co., Ltd (ZPMC) Cina senilai Rp 128 miliar untuk mempercepat layanan bongkar muat peti kemas di Belawan International Container Terminal (BICT).

Harry Sutanto, Direktur Utama Pelindo I berharap bahwa alat baru ini akan meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar muat dan level of service di BICT. “Kehadiran CC ini tentunya akan mendorong performa kinerja pelabuhan secara keseluruhan. Waktu tunggu kapal (waiting time) dan waktu tambat kapal di dermaga (berthing time) pelabuhan semakin singkat,” jelas Harry di Medan, Senin (20/6/2011).

Iman A Sulaiman Direktur Operasi dan Teknik Pelindo I, ketika meninjau penyandaran kapal yang membawa CC pekan lalu menjelaskan kedatangan alat-alat baru ini adalah upaya Manajemen Pelindo I dalam peningkatan produktivitas bongkar muat di BICT. “Percepatan pelayanan adalah modal utama dalam meningkatkan produktivitas suatu terminal peti kemas. Di Belawan sendiri terutama BICT saat ini masih terdapat antrian kapal disebabkan terbatasnya fasilitas dermaga dan alat. Bila tidak diimbangi dengan percepatan pelayanan, antrian akan semakin meningkat,” jelas Iman.

General Manager BICT, Syamsul Bachri Kautjil didampingi Assisten Manajer Pelayanan Operasi BICT Abrar, mengungkapkan saat ini di BICT beroperasi 6 (enam) unit CC dan 4 (empat) unit HMC (Harbour Mobile Crane), serta 2 unit HMC segera dioperasikan. Dua unit CC baru ini akan ditempatkan di dermaga internasional.“Dengan datangnya 2 CC, jumlah CC di BICT menjadi 8 (delapan) unit. Dengan beroperasinya delapan unit CC dan 6 HMC, akan menambah produktivitas atau kecepatan bongkar muat sebesar 20-30% di BICT,” jelas Kautjil ketika meninjau penurunan CC ke dermaga internasional BICT, Minggu (19/6/2011).

Kautjil menambahkan, untuk mendukung pengoperasian CC baru ini, pihaknya sedang membangun perpanjangan dermaga 100 meter saat ini dan akan ditambah 350 meter lagi pada tahun 2012. “Panjang dermaga saat ini 850 meter. 500 meter untuk dermaga internasional, hanya mampu disandari dua kapal Second Generation. Dan akan menjadi 950 meter. Semoga ini akan mempercepat kegiatan bongkar muat di BICT,” harap Kautjil.

Humas Pelindo I M Taufik Fadillah menambahkan bahwa BICT adalah salah satu Cabang Pelabuhan PT Pelindo I yang melayani bongkar muat khusus peti kemas baik internasional maupun domestik yang berlokasi di Belawan. BICT adalah satu-satunya terminal peti kemas di Sumut dan menyumbang lebih kurang 80% laba Pelindo I. “Potensinya begitu besar, maka BICT menjadi salah satu fokus pengembangan dalam investasi Pelindo I,” jelas Taufik.

Disamping penambahan dua unit CC, Taufik menambahkan bahwa beberapa waktu lalu Pelindo I menambah dua unit kapal pandu cepat (KPC) dengan daya mesin masing-masing 503 HP dan kecepatan 30 Knots dengan nilai investasi Rp 14 miliar, tiga unit HMC (Harbour Mobile Crane) Liebherr Jerman senilai USD 14 juta (Rp 126 miliar) dan lima unit Rubber Tyred Gantry (RTG) buatan Konecranes Finlandia senilai hampir 10 juta USD atau sekitar Rp 90 miliar dan kapal tunda dengan nilai investasi lebih dari Rp 41,6 miliar. “Pada tahun 2011 ini , telah diinvestasikan pengadaan 3 unit CC kapasitas 35 ton dan 10 unit RTG kapasitas 35 ton. Sekarang masih dalam proses pengerjaan di Cina. Diharapkan awal tahun 2012 sudah selesai,” jelasnya.

“Di BICT sendiri, total pengadaan alat baru pendukung bongkar muat tahun 2011, antara lain sebanyak 2 unit CC, kapasitas 35 ton; 5 unit RTG kapsitas 35 ton; 2 unit HMC kapasitas 35 ton; 1 unit Side Loader kapasitas 15 ton dan 38 unit Head Truck kapasitas 35 ton serta 3 unit Reachstacker kapasitas 40 ton,” jelas Taufik. (Siaran Pers)

Sumber: http://www.medantalk.com/pelindo-i-medan-beli-dua-container-crane-seharga-rp-128-m/

Bisnis container crane adalah bisnis yang sangat menggiurkan terlebih Indonesia sebagai negara berkembang akan membangun banyak pelabuhan baru atau melakukan pengembangan pelabuhan yang sudah ada.

Sayangnya saat ini manufaktur lifting equipment di Indonesia belum mendapat kesempatan untuk jadi vendor utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: