Hoist Nusacranes

26 Mar

3a1Indonesia semakin maju dalam bidang teknologi.  Kalau sebelumnya Sukiyat bisa membuat Esemka, kemudian di tambun ada yang membuat monorail, sebenarnya ada karya lain Indonesia yang tidak kalah membanggakan. Bahkan lebih  dulu daripada Esemka, hanya saja beritanya tidak terlalu diexpose.

Sejak tahun 2007 Ahmad iskandar sudah berhasil membuat overheadcrane hasil produksi lokal. Crane lokal tersebut berlabel Nusacranes.  Di Indonesia Nusacranes adalah satu-satunya manufaktur hoist  untuk bidang tersebut.

Overheadcrane adalah salah satu alat bantu untuk memindahkan material, termasuk kategori alat berat.  Beban yang diangkat mulai dari 3 ton sampai puluhan ton.

Dari  workshop di daerah Rawa Lumbu, Bekasi dihasilkan hoist dengan kapasitas minimal 3 T. Crane terbesar yang pernah dibuat oleh Nusacranes saat ini adalah 2 x 40 ton.  Digunakan pada casting yard PT Yasa Patria Perkasa di Tambun.

“Nusacranes bisa membuat crane customized sesuai keinginan customer hingga kapasitas 100 T bahkan lebih” kata Dani F Production Manager PT GBT.

Nusacrane juga berhasil membuat crane type monorail 20 Ton untuk PT Semen Padang. Dalam proses tendernya Nusacrane berhasil mengalahkan manufaktur crane lain dari Eropa yang jauh lebih berpengalaman.

Untuk kualitas Nusacranes juga tidak main-main karena crane termasuk alat berat dengan resiko tinggi.  Teknologi yang digunakan mengadopsi standar Eropa dan Jerman . Spare part vital seperti gearbox dan hook  masih impor  dari Eropa, karena teknologi tersebut belum tersedia di Indonesia. Saat ini komposisi part local dan impor  mencapai 70% local 30% impor.

Ahmad Iskandar direktur PT GBT selaku produsen Nusacranes mengatakan “Untuk masa yang akan datang diharapkan komposisi komponen local bisa ditingkatkan supaya teknologi dalam negeri lebih berkembang .”

Saat ini di pasaran beredar crane murah dari China dengan kualitas rendah, kapasitas angkat terpenuhi tapi dengan konsumsi listrik yang sangat tingi sehingga tidak ramah lingkungan.

 

Nusacranes

PT Genta Buana Tripadu

Pasar segar Bekasi Blok RA-10

Jl. Siliwangi Km. 5 Rawa Bekasi, Jawa barat Indonesia 17116

Telp. 021 8243 2586

Fax. 021 8241 9301

email: nusa.genta@gmail.com

 

Pelindo I Medan Beli dua Container Crane Seharga Rp 128 M

11 Feb

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I kembali mendatangkan alat baru, dua unit container crane (CC) kapasitas 40 ton buatan Shanghai Zhenhua Heavy Industries Co., Ltd (ZPMC) Cina senilai Rp 128 miliar untuk mempercepat layanan bongkar muat peti kemas di Belawan International Container Terminal (BICT).

Harry Sutanto, Direktur Utama Pelindo I berharap bahwa alat baru ini akan meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar muat dan level of service di BICT. “Kehadiran CC ini tentunya akan mendorong performa kinerja pelabuhan secara keseluruhan. Waktu tunggu kapal (waiting time) dan waktu tambat kapal di dermaga (berthing time) pelabuhan semakin singkat,” jelas Harry di Medan, Senin (20/6/2011).

Iman A Sulaiman Direktur Operasi dan Teknik Pelindo I, ketika meninjau penyandaran kapal yang membawa CC pekan lalu menjelaskan kedatangan alat-alat baru ini adalah upaya Manajemen Pelindo I dalam peningkatan produktivitas bongkar muat di BICT. “Percepatan pelayanan adalah modal utama dalam meningkatkan produktivitas suatu terminal peti kemas. Di Belawan sendiri terutama BICT saat ini masih terdapat antrian kapal disebabkan terbatasnya fasilitas dermaga dan alat. Bila tidak diimbangi dengan percepatan pelayanan, antrian akan semakin meningkat,” jelas Iman.

General Manager BICT, Syamsul Bachri Kautjil didampingi Assisten Manajer Pelayanan Operasi BICT Abrar, mengungkapkan saat ini di BICT beroperasi 6 (enam) unit CC dan 4 (empat) unit HMC (Harbour Mobile Crane), serta 2 unit HMC segera dioperasikan. Dua unit CC baru ini akan ditempatkan di dermaga internasional.“Dengan datangnya 2 CC, jumlah CC di BICT menjadi 8 (delapan) unit. Dengan beroperasinya delapan unit CC dan 6 HMC, akan menambah produktivitas atau kecepatan bongkar muat sebesar 20-30% di BICT,” jelas Kautjil ketika meninjau penurunan CC ke dermaga internasional BICT, Minggu (19/6/2011).

Kautjil menambahkan, untuk mendukung pengoperasian CC baru ini, pihaknya sedang membangun perpanjangan dermaga 100 meter saat ini dan akan ditambah 350 meter lagi pada tahun 2012. “Panjang dermaga saat ini 850 meter. 500 meter untuk dermaga internasional, hanya mampu disandari dua kapal Second Generation. Dan akan menjadi 950 meter. Semoga ini akan mempercepat kegiatan bongkar muat di BICT,” harap Kautjil.

Humas Pelindo I M Taufik Fadillah menambahkan bahwa BICT adalah salah satu Cabang Pelabuhan PT Pelindo I yang melayani bongkar muat khusus peti kemas baik internasional maupun domestik yang berlokasi di Belawan. BICT adalah satu-satunya terminal peti kemas di Sumut dan menyumbang lebih kurang 80% laba Pelindo I. “Potensinya begitu besar, maka BICT menjadi salah satu fokus pengembangan dalam investasi Pelindo I,” jelas Taufik.

Disamping penambahan dua unit CC, Taufik menambahkan bahwa beberapa waktu lalu Pelindo I menambah dua unit kapal pandu cepat (KPC) dengan daya mesin masing-masing 503 HP dan kecepatan 30 Knots dengan nilai investasi Rp 14 miliar, tiga unit HMC (Harbour Mobile Crane) Liebherr Jerman senilai USD 14 juta (Rp 126 miliar) dan lima unit Rubber Tyred Gantry (RTG) buatan Konecranes Finlandia senilai hampir 10 juta USD atau sekitar Rp 90 miliar dan kapal tunda dengan nilai investasi lebih dari Rp 41,6 miliar. “Pada tahun 2011 ini , telah diinvestasikan pengadaan 3 unit CC kapasitas 35 ton dan 10 unit RTG kapasitas 35 ton. Sekarang masih dalam proses pengerjaan di Cina. Diharapkan awal tahun 2012 sudah selesai,” jelasnya.

“Di BICT sendiri, total pengadaan alat baru pendukung bongkar muat tahun 2011, antara lain sebanyak 2 unit CC, kapasitas 35 ton; 5 unit RTG kapsitas 35 ton; 2 unit HMC kapasitas 35 ton; 1 unit Side Loader kapasitas 15 ton dan 38 unit Head Truck kapasitas 35 ton serta 3 unit Reachstacker kapasitas 40 ton,” jelas Taufik. (Siaran Pers)

Sumber: http://www.medantalk.com/pelindo-i-medan-beli-dua-container-crane-seharga-rp-128-m/

Bisnis container crane adalah bisnis yang sangat menggiurkan terlebih Indonesia sebagai negara berkembang akan membangun banyak pelabuhan baru atau melakukan pengembangan pelabuhan yang sudah ada.

Sayangnya saat ini manufaktur lifting equipment di Indonesia belum mendapat kesempatan untuk jadi vendor utama.

Memilih hoist berkualitas

25 Dec

Hoist untuk produksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, 25/12/2012

Hoist adalah bagian dari crane yang berfungsi sebagai alat pemindah barang dengan pergerakan vertical (hoisting) dan horizontal (tranversing). Hoist dengan type fixed hoist di desain untuk pekerjaan vertical (hoisting) saja.

Hoist ini merupakan peralatan yang sangat vital dan harus berhati-hati dalam proses  pemilihanya. Karena berkaitan dengan pekerjaan beresiko tinggi yang memerlukan tingkat safety tertentu.

Pada saat ini di pasaran beredar hoist dengan beragam capacity dan harga. Mulai dari 500 kg hingga ratusan ton. Berikut saya berbagi tips dan trick untuk memilih hoist yang berkualitas. Hal-hal yang harus di cermati antara lain:

  1. Capacity berdasarkan Load Spectrum.

Banyak hoist ditawarkan dengan capacity yg sama contoh: 5 ton. Anda harus jeli untuk menanyakan duty class atau umur hoist tersebut. Pastikan bahwa hoist yang akan anda beli mengikuti standar FEM dan DIN atau ISO. Untuk kelas industrial, hoist yang yang ada berada pada duty class berdasarkan standar FEM 2m atau sama dengan standar ISO M5.

 

Dari duty class tersebut bisa diketahui umur hoist sebelum dilakukan general overhaul. Metode dan jam kerja sangat menentukan umur hoist yang anda pilih.
Secara umum type dalam mengangkat beban dibedakan menjadi 4 type:

1.1   Light                     : beban yang diangkat kurang dari 1/8 (0.125) dari SWL hoist

1.2   Medium               : beban yang diangkat antara 1/8 (0.125) hingga 1/4 (0.250) dari SWL

1.3   Heavy                   : beban yang diangkata antara 1/4 (0.250) hingga 1/2 (0.500) dari SWL

1.4   Very Heavy          : beban yang diangkat antara 1/2 (0.500) hingga 1 (1000) dari SWL

Example:

Pada hoist dengan capasitas 5 Ton dengan duty class 2m/M5

1.1   Apabila biasa digunakan untuk mengangkat beban type light rata-rata kurang dari (0.125) dari 5ton atau 625 kg maka umur hoist tersebut adalah 12500 jam

1.2   Apabila biasa digunakan untuk mengangkat beban type medium rata-rata antara (0.125) – (0.250) dari 5ton atau 625 – 1250 kg maka umur hoist tersebut adalah 6300 jam

1.3   Apabila biasa digunakan untuk mengangkat beban type light rata-rata antara (0.250) – (0.500) dari 5ton atau 1250 – 2500 kg maka umur hoist tersebut adalah 3200 jam

1.4   Apabila biasa digunakan untuk mengangkat beban type light rata-rata antara (0.500) – (0.1000) dari 5ton atau 2500 – 5000 kg maka umur hoist tersebut adalah 1600 jam

Dari contoh diatas apabila anda melakukan pengangkata dengan type light, maka hoist anda baru kan dilakukan general over houl setelah melakukan pekerjaan selama 12500 jam. 12500 jam disini bukan per day tapi per hoist melakukan pengangkatan.

Hook block (bottom block) Terbesar

29 Mar
Bottom block terbesar untuk crane darat di produksi oleh perusahaan asal Belanda RopeBlockhoist crane bottom block

bottom block terbesar produksi Ropeblock

 

 

 

 

From International Cranes:

“Dutch hook block manufacturer RopeBlock has built what it says is the world’s largest for a land-based crane. With a safe working load of 3,200 tonnes, it is also the largest hook block built by the company.

Pictured assembled outside the manufacturer’s plant in Oldenzaal, it weighs more than 108 tonnes. It has five sheaves for 50 mm wire rope in each of six housings giving a total of 30. The modular block can be configured for different capacities, including 2,400 and 1,200 tonnes, for example, by removing the two central sheave housings. It is a general purpose hook with a pair of cast steel double hooks.

Proof load testing will begin following the reeving due in March on the crane, a new super heavy lifter.”

Pengiriman container crane

29 Mar

Pembuatan container crane biasanya di lakukan di workshop pabrik crane. Di tempat tersebut dilakukan fabrikasi konstruksi container crane. Setelah dilakukan perakitan dengan unit hoist, maka container crane tersebut di kirim ke lokasi dimana container tersebut akan beroperasi. Berikut ini adalah gambar bagaimana suatu container  crane yang sangat besar dikirimkan .

pengiriman container crane lewat laut

 

 

 

sumber:http://www.darkroastedblend.com/2007/02/rare-look-inside-largest-crane.html

 

Instalasi Crane Hoist dalam Ruang Sempit

29 Mar

girder chain hoist 2.5 ton

jarak girder chain hoist ke robot hanya 30 mm

Proses instalasi crane hoist dalam ruang yang sempit membutuhkan metode dan alat bantu yang berbeda dibandingkan instalasi crane hoist konvensional. Jarak yang terbatas tidak memungkinkan mobile crane untuk masuk. PT Genta Buana Tripadu dengan kondisi ruang yang terbatas mendapatkan kontrak dari PT Tenma Indonesia untuk membuat crane capasitas 2.5 ton. PT Tenma Indonesia mengajukan syarat khusus yaitu girder crane tidak boleh menyentuh mesin robot  injection moulding. Selain itu tinggi angkat yang dihasilkan harus maksimal namun tidak berbenturan dengan beam atap gedung. Tim engineering PT Genta Buana Tripadu berhasil menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Jarak antara carne dan dan beam gedung hanya 52 mm, sedangkan jarak gider ke mesin robot hanya 35mm

Forklift digunakan untuk instalasi runway

Ruang yang sempit tidak memungkinkan penggunaan mobile crane maupun chain block. Dalam instalasi runway dan erection hoist, PT Genta Buana Tripadu menggunakan forklit untuk handlingnya

 

Container Crane Pelindo

28 Mar

container crane pelind0

LENSAINDONESIA.COM : PT Pelabuhan Indonesia III ( PT Pelindo III) Persero membeli 1 (satu) unit Container Crane (CC) dan 2 (dua) unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dari Jepang untuk menunjang kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang.

Minggu, (9/10/2011), alat angkat bongkar muat kusus Container Crane telah tiba di Tenau Kupang yang diangkut dengan menggunakan Kapal MV Yamatai. Sementara, untuk 2 (dua) unit Rubber tyred Gantry tiba Rabu (12/10/2011).

Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, pembelian peralatan bongkar muat tersebut dilakukan menunjang kelancaran kegiatan operasional bongkar muat di Pelindo III Cabang Tenau Kupang. Dalam pelaksaan bongkar muat itu, PT Pelindo Cabang Tenau Kupang menggandeng PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (PT BJTI) yang juga merupakan anak perusahaan PT Pelindo III.

“Dengan kedatangan peralatan bongkar muat ini diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja dan produktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tenau Kupang,” kata Edi Priyanto, Jumat (14/10/2011) yang mengaku lupa dengan harga 1 Unit CC dan 2 Unit RTG itu.

Sebelum peralatan bongkar muat itu didatangkan dari Jepang, Pelindo III telah mempersiapkan lapangan penumpukan/container yard eksisting seluas 15.650 M2 yang terbagi menjadi 4 blok. Saat ini, ujar Edi, Dermaga Pelabuhan Tenau Kupang yang digunakan untuk kegiatan bongkar muat petikemas dengan panjang 237 meter dan lebar 34,8 meter.

“Tahun mendatang akan ditambahkan lapangan penumpukan petikemas/container yard (CY) seluas 8.500 m2, sehingga total luas lapangan penumpukan petikemas /container yard (CY) menjadi 24.150 m2,” papar Edi.

Terkit aktifitas kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang, menurut Edi, bahwa intensitasnya terus mengalami peningkatan. Dari capaian tahun 2009 yang tercatat 52.350 box, menjadi 54.751 box di tahun 2010. Sayangnya, penigkatan kegiatan bongkar muat tersebut tidak diikuti capaian arus kunjungan kapal yang terus mengalami penurunan. Dari Capaian kunjungan 2.478 unit di tahun 2009 menurun hingga 2.102 unit pada 2010. RID/LI-10

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.